Tentang sebuah arti , pukul tiga dini hari aku menulis tulisan ini untukmu , untuk orang yang berarti untukku.
Aku tulis kata - kata , yang aku susun hingga menjadi kalimat yang bermakna'
Aku rangkai sedemikian rupa hingga bisa kau baca dan kau maknai isinya.
Memang tak seindah kalimat puisi cinta yang biasanya kau baca , dan tak sebagus karya merry riana.
Tapi, luangkanlah barang sejenak cobalah kau baca siapa tahu kau tahu arti yang sesungguhnya.
Tentang sebuah arti, mungkin dalam benak dan hatimu tulisan ini hanyalah rangkaian kata - kata yang bermakna tetapi tak bisa kau resapi
Mungkin juga bahkan tak bermakna sehingga kau baca begitu saja.
Aku menulis ini , bukan untuk memberimu gambaran belaka atau sekear kau tahu begitu saja.
Aku menulis ini aku tulis dengan beberapa bumbu makna yang menurutku kau mungkin tau dan bisa memaknainya.
Memang tidak setiap rasa suka adalah bersama , dan tidak selamanya arti bersama adalah cinta yang bisa kau miliki begitu saja.
Memang cinta tak harus memiliki, tetapi setidaknya rasa suka itu memberi arti.
Memang rasa suka bukan juga melulu karena cinta , tetapu setidaknya jangan kau tinggalkan begitu saja.
Kata - kata ini mungkin hanyalah sebagian arti dari rasa suka yang aku miliki.
Rasa suka yang tak pernah tahu kapan akan berarti , dan rasa suka yang tak tahu kapan akan pergi.
Aku mungkin tak bisa memilikimu tetapi percayalah kau sangatlah berarti.
Mungkin aku tak bisa bersamamu tetapi yakinlah rasa suka ini akan menjadi bagian dari doaku untukmu.
Rasa ini bukan hanya sekedar ingin memiliki tetapi ingin kau tahu tentang sebuah arti .
Tentang arti memiliki dan mencintai sepenuh hati .
Rasa sukaku sederhana , tak bisa memilikimu ku pilih mendoakan bahagiamu , jikalau aku tak bisa bersamamu ku pilih melihat mu bahagia dengan segala konsekuensi pilihanmu.
Jikalau aku memilikimu, ku mohon percayalah kau adalah sangat berarti .
Tentang sebuah arti , rasa suka yang ku miliki dan rasa yang bermakna yang kau ketahui .
Aku memang tak pandai merangkai kata , tetapi bagiku kau sangatlah bermakna .
Hati tak pernah sama , tetapi rasa suka itulah yang menyamakannya,
Aku berdiri dengan segala kekuranganku aku mohon kau lengkapi kekurangan itu.
Melawan cinta mungkin ku bisa menyembunyikannya tetapi percayalah tak mungkin aku bisa menghilangkannya,
Karena rasa suka itu adalah suci , jikalau kotor kaulah yang mengotori .
Kau memang sederhana tetapi memilikimu sungguh bermakna.
Tentang sebuah arti semoga kau mengerti arti yang ku tuliskan ini .
Hidup bukan hanya sekedar memilih opsi tetapi tentang bagaimana menciptakan daya kreasi ~ BP
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Di Persimpangan Hati
Tentang hati aku terkadang ingin bercerita di keadaan santai ini kepadamu , kamu tahu kenapa aku jarang sekali mencarimu ?
Atau kamu tahu kenapa terkadang aku lupa tak membaca messenger atau bahkan melihat story WA mu.
Menyukai postingan fotomu di Instagrammu pun juga aku kadang tak melakukan itu.
Bahkan terkadang aku lupa juga mengucapkan selamat malam untuk menutup percakapan telfon dengan mu .
Sayang , kamu pasti tak suka akan hal itu atau bahkan kamu mungkin mengira bahwa aku pergi sudah tak nyaman lagi bareng kamu selama ini.
Atau mungkin kamu berfikir aku sudah pergi tak menyukaimu lagi .
Hmmm . Mungkin begitu ya cinta itu ?
Kamu lupa perasaanku bukan di tentukan banyaknya aku telfon kamu ,
Atau bahkan perasaan aku tak terhitung seperti halnya aku chatting atau menyukai fotomu.
Bahkan cintaku tak sebegitu spesial seperti ucapan selamat malam seperti apa yang mereka lakukan itu dan kau berharap mungkin aku meniru hal itu .
Atau bahkan cinta ini tak pernah terukur seberapa lama aku telfon dan seberapa lama kita ketemu.
Aku sangat sederhana dalam cinta.
Bahkan , aku hampir tak pernah mengabarimu aku dimana .
Karena bagiku cinta tak pernah terukur waktu lama kita bertatap mata .
Aku sederhana dalam menyukaimu ,
Kamu harus percaya bahwa terkadang aku jauh darimu agar kamu tahu dan agar kamu juga menjaga bahwa kita terkadang suatu saat ini mungkin akan berpisah , bahkan perpisahan itu tak bisa aku atur kapan kita berpisah.
Terkadang kelak kita terbatas waktu seperti halnya keadaan kita bisa bertemu.
Atau terkadang kita juga terbatas kabar suatu saat nanti.
Aku tak pernah pergi dirimu , hanya saja aku ingin kamu tahu aku tak mungkin bisa menjagamu setiap waktu meski Tuhan kelak mungkin menjadikanku sebagai imam mu .
Tetapi , dipersipangan hati aku tetap berdoa untukmu ,
Di persimpangan ini pun aku kadang berdoa agar kita berdua bisa tetap bersama walau ada waktu dan jarak untuk bisa bertemu dan berbicara.
Dipersimpangan tentang cintamu inilah aku menulis kata rindu ,
Rindu bukan karena lama tak bertemu tetapi rindu bisa berdoa yang terbaik untukku dan untukmu
Rinduku terbatas waktu , keadaan ku juga terbatas jarak dengan mu tetapi aku percaya kamu adalah cinta yang sederhana tapi bersamamu sungguh luar biasa.
Cinta tak melulu harus bisa kita bersama, tapi bagiku kamu aman disana meski jauh dariku aku sudah sangat bahagia .
Sayang jangan kau anggap aku pergi tetapi aku hanya ingin kamu tahu ,
Cinta sejati bukan tergantung lama kita bertemu dan berjalan berdua kesana kemari tetapi cinta sejati bagiku adalah kamu .
Kamu yang sederhana tetapi sangat bermakna.
Jika boleh aku bicara dan bertemu bercanda dengan mu , aku hanya ingin kamu tahu .
Saat bersamamu ,
Aku hanya mengenal satu kata cinta yaitu tentang mu , tentang kita dan tentang kehadiranmu yang sangat bermakna.
Cintaku sederhana mendoakanmu bahagia
Dan setiaku juga sederhana memilikimu dengan segala kekuranganmu.
Cinta bukan lama kita bertemu tetapi bagaimana aku dan dirimu tetap bisa bersama dalam bertemu atau sebatas doa .
Aku menyukaimu , dipersimpangan cinta tentangmu , sayang !
Rabu, 14 November 2018
Memilih Indonesia Kembali
Melihat Indonesia saat ini sudah tidak relevan bicara Nasionalisme kembali .Nasionlisme hanya menjadi kurikulum yang kita pelajari tetapi tidak menjadi jati diri sebagai bangsa yang besar dan mandiri .
Kita sering menganggap bahwa kita bangsa yang kerdil , bangsa tempe ataukah bangsa pengantek asing .
Itulah alasan mengapa Nasionalisme tidak relevan dibicarakan di zaman 4.0 ini.
Dikala dunia belajar kepada kita arti persatuan , kita mengarahkan bangsa ini untuk perpecahan. Dikala dunia melirik keberagaman kita , ternyata kita sibuk menpetak - petakan identitas. Mulai agama , suku , bahasa bahkan pilihan pemimpin pun jadi alasan pengkotak - kotakan .
Apakah ini Indonesia ? Negara 260 juta penduduk itu ?
Disaat semua bangsa belajar budaya kita , kita memilih sibuk mengadobsi budaya luar yang dengan bangga kita mengkerdilkan karya bangsa kita. Itulah mengapa Nasionalisme hanya jargon kurikulum semata.
Mungkin kalian semua lupa bahwa bangsa ini dibangun bukan karena satu identitas , Mungkin kalian menganggap bahwa suara mayoritas mewakili identitas yang harus menjadi penguasa. Mungkin kalian lupa keberagaman yang kita miliki kalian anggap tak penting lagi . Mungkin juga kalian bangga dengan budaya orang lain hingga kalian lupa bahwa budaya kita sedang dicuri orang lain .
Apakah ini wajah Indonesia ?
Negara ini cukup besar untuk kau petak petakan , Bangsa ini cukup besar untuk kau kotak - kotakan , Jikalau kalian tahu , banyak negara yang terjadi perang hanya karena terkotak kotak , padahal mereka tak beragam seperti kita .Kita satu negara memikul berbagai macam suku , ras dan segala budayanya . Mereka tak beragam seperti kita tetapi bekelahi sesama anak bangsa.
Belajarlah ! Akhir akhir ini banyak orang bodoh yang mencoba menabrakan satu identitas dengan negara ,
Bung ! Jika kau seorang Nasionalis sejati .
Bagaimana perasaanmu melihat bangsamu terkotak - kotak hanya karena berbeda keyakinan bahkan pilihan pemimpin yang mereka jagokan ?
Bagimana perasaanmu melihat sesama anak bangsa dibedakan dari mayoritas dan minoritasnya ?
Bagaimana perasaanmu melihat budaya kita di akui dunia tetapi banyak yang melecehkannya ?
Bagaimana perasaanmu ketika bangsa ini terkotak kotak hanya karena agama ?
Bagaimana perasaanmu ketika Bendera , lambang dan ideologimu dirongrong oleh segelitir orang yang mengatasnamakan identitas agamanya ?
Nasioalisme kita diuji , kita sepakat satu bangsa , satu tanah air dan satu bahasa Indonesia.
Generasi 4.0 harus ambil bagian , kita wariskan kepada peradaban .
Mau kemana dan mau bagaimana bangsa kita tergantung diri kita.
Jika kita sama marilah kita jaga sama sama negara kita ,
Jika kita tak sama , maka belajarlah dari sejarah. Jika kau tak mau belajar pergilah dari Indonesia.
Negara ini bukan untuk diratapi tapi harus dibela sampai mati ,
Bung suaraku dan suara kita sama memilih tetap Indonesia yang berideologi Pancasila.
Tak Ada Indonesia lagi di Poso
Mungkin kita sedang atau baru melihat video berdurasi 2 menit tentang bagaimana gagahnya kelompok - kelompok yang mengatasnamakan Bela Tauhid dengan gagah mengibarkan Bendera Mereka dan menurunkan Bendera Pusaka Merah Putih.
Berteriak Takbir , seolah Indonesia negara beragam tak ada lagi karena mereka mengaggap Khilaffah adalah jalan terbaik bagi negara kita .
Bagi mereka melenyapkan Pancasila dan mengganti UUD 1945 dengan sistem tata hukum mereka adalah sebuah cara yang terbaik .
Di Poso hari ini Bendera Merah Putih kita dipaksa diturunkan di ganti dengan Panji Hitam dengan alasan Bendera Tauhid .
Bung , kita Ini Indonesia bukan negara agama !
Peristiwa hari ini adalah bentuk penistaan kepada negara menganggap Indonesia telah tiada , ketika aparat penegak hukum terdiam melihat itu kita semuamenganggap itu adalah hal yang diwajarkan .
Dahulu bangsa kita ingin di bawa ke kanan oleh DI TII tapi yang bubar adalah DI TII
Dibawa ke kiri oleh PKI , tetapi PKI yang bubar.
Memang nasib bangsa kita berada di tengah berada dalam keberagaman yang kita miliki .
Hari ini bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda , jelas Satu Tanah Air , Satu Bangsa dan satu Bahasa Indonesia raya.
Wahai lara pengibar bendera yang dengan gagah kalian turunkan merah putih ingatlah yang ku kenal ini adalah Indonesia,pusaka ,Bendera Merah Putih adalah kehormatannya.
Jika kalian ingin menggantinya silahkan pergi dari Indonesia atau kami lawan .
Semua paham tujuan kalian , semua tahu skenario terdekat kalian adalah 2019 oleh karena itu perlawanan terdekat adalah 2019
Kemana kalian memilih untuk bergabung kami pilih lawannya.
Agar anak cucu kami masih merasakan bangga dan masih bisa tahu apa Itu Republik Indonesia yang beragam bukan Negara Agama .
Ditulis Oleh :
Bagus Pulunggono
Rabu, 01 November 2017
Merawat Keberagaman
Dalam percaturan internasional Indonesia dipandang
sebagai negara besar. Sejak dahulu kala, bangsa kita terkenal sebagai bangsa
yang menjunjung nilai –nilai luhur mereka . Bangsa kita, juga dikenal sebagai
bangsa yang ramah. Kebesaran Indonesia ini memanglah bukan omong kosong , dari
segi ekonomi kita memiliki sumber daya ekonomi dan potensi yang besar untuk
menjadi negara yang kuat . Negara kita juga dikenal sebagai bangsa yang agraris
dan bangsa pengarung samudra . Memang dunia menyoroti Indonesia sebagai negara
yang sangat potensial , dilihat dari posisi bahwa negara kita terletak pada
persimpangan perdagangan dunia yaitu diapit oleh dua samudra yang dikenal dengan
Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Juga kita diapit oleh dua Benua yaitu Asia
dan Australia
Bangsa kita juga dikenal sebagai bangsa yang sangat
beragam. Dalam hal ini , kita memiliki ribuan bahasa daerah , ratusan suku ,
ribuan budaya dan lima agama yang mampu hidup berdampingan . Tentu hal ini
hanya ada di Indonesia yang kita cintai , keberagam ini dimaknai sebagai
semangat kebersamaan dengan nasionalisme dan kuat serta budaya gotong royong
kita untuk memajukan dan menjadikan negara ini besar .
Nasionalisme tentu dibangun tidak lah mudah . Dahulu
negara kita memiliki sejarah yang besar , betapa gagahnya Sriwijaya mengusai
laut hingga champa , dan seberapa besarnya Majapahit menyatukan nusantara
dengan semangat sumpah palapanya . Namun, tentu hal ini tidak bertahan lama .
Kenapa roboh dan kenapa sekuat Sriwijaya dan setangguh majapahit bisa runtuh ?
Karena mereka tak pernah memahami arti menghormati dalam keberagaman. Hingga
setelah kita mengalami masa kolonial banyak para tokoh negara ini mencetuskan
Pancasila yang kita jadikan sebagai dasar negara kita.
Indonesia yang berdasarkan Pancasila apakah ini
maksudnya ?. Bahwa negara ini menghormati segara bentuk keberagaman , segala
bentuk kebudayaan dan segala bentuk kepercayaan . Ada lima agama yang dimana
semua dihormati dan dilindungi oleh negara , namun sangat ironi jika kita
melihat perkembangan toleransi di negara kita . Seolah Pancasila tak lagi
didengar , gaungnya tak lagi diresapi sebagai pondasi fundamental . Pancasila
banyak dijadikan ajaran dalam pendidikan namun hanya sebatas hafalan , sungguh
ironi negara yang terkenal dengan negara yang penuh toleransi kini memudar
luntur dimakan jaman .
Dimanakah toleransi yang dahulu kita miliki ?. Setelah
kita tahu banyak tempat ibadah yang dibakar , dibubarkan tanpa sebab dengan
alasan ketertiban dan bermodalkan mayoritas . Kita tahu akhir – akhir ini
toleransi sangat memprihatinkan , agenda politik seolah memecah belah
keberagaman dengan bermodalkan agama dan alasan kesejahteraan . Agama dijadikan
alat politik , politisasi bahkan orang mati harus memiliki akta mendukung
sebuah calon intitusi dalam politik .
Keberagaman terkikis oleh derasnya arus kekuasaan. Merasa
besar dengan mayoritas tapi lupa bahwa negara iniadalah negara Pancasila. Keberagaman
akhir – akhir ini sangat miris ketika melihat hukum hanya ditegakkan karena
desakan . Pemilihan Umum yang seharusnya
menjadi sebuah kebahagiaan seluruh keberagaman menjadi diskriminan dan
intimidasi tanpa henti .
Mari bung kita rawat keberagaman ! Kita kembalikan
kehidupan yang berdampingan . Kita wujudkan negara yang kuat dan berkeadilan.
Kita kembalikan negara yang menghormati arti toleransi beragama , kita boleh
terkotak – kotak dalam pilihan tapi janganlah kita terpetak petak dalam
keberagaman. Kita kembalikan jati diri sebagai bangsa yang luhur dan menjunjung
nilai – nilai luhur dan kita kembali sebagai bangsa yang selalu bergaung gotong
royong untuk memajukan negara . Tentu Indonesia ini harus kita rawat , tak
penting apa sukumu , darimana asalmu , apa bahasamu dan apa agamamu ketika
negara ini membutuhkanmu , turunlah jangan berpangku tangan . Kerana bangsa
yang besar tidak dibangun diatas angan – angan tetapi aksi turun tangan .
Merdeka ! .
Langganan:
Postingan (Atom)